BAB 7: Rahasia yang Terungkap
Daftar isi
https://zonaaman-novel.blogspot.com/2024/11/tokoh-utama.html
Mira mengayuh sepedanya menuju rumah Adit, yang berjarak hanya beberapa blok dari rumahnya di kompleks perumahan. Jalan yang sudah ia hapal di luar kepala itu membawa Mira melewati taman kecil dan deretan rumah modern yang rapi. Kompleks tempat mereka tinggal memiliki suasana tenang, namun Mira tahu, tidak jauh dari sini, keluarganya sedang membangun sesuatu yang jauh berbeda—rumah perlindungan untuk menghadapi masa depan yang tidak pasti.
Saat tiba, Adit sudah menunggunya di teras. Rumah Adit bergaya minimalis dengan warna netral, ciri khas desain kakaknya, Avandi, seorang arsitek sukses. Rumah itu terlihat nyaman, dengan taman kecil di depan yang terawat rapi.
"Mira! Sudah sampai. Ayo masuk," sapa Adit, melambai ke arah Mira.
Mira turun dari sepedanya dan membawa tas kecil berisi sketsa serta catatan. “Pagi, Dit! Aku punya beberapa ide baru soal campervan dan... yah, aku juga mau membahas soal kelinci.”
--
Diskusi tentang Campervan dan Kelinci
Di dalam ruang kerja Adit yang penuh alat elektronik, mereka mulai membahas proyek campervan yang kini menjadi bagian penting dari rencana keluarga Mira. Adit menunjukkan beberapa modifikasi yang ia rancang, seperti penambahan baterai cadangan dan sistem penyimpanan air.
“Kalau panel surya campervan dipasang dengan sudut ini,” kata Adit sambil menunjukkan diagram di laptopnya, “kita bisa memaksimalkan energi, bahkan saat sinar matahari minim.”
Mira mengangguk, tetapi antusiasmenya segera beralih ke topik lain. Ia mengeluarkan sketsa kandang kelinci dari tasnya.
“Aku ingin membawa kelinci ke rumah perlindungan,” katanya dengan nada bersemangat. “Kelinci-kelinci ini bisa jadi hiburan buat adik-adikku, sekaligus teman di tempat baru. Tapi aku mau kandangnya aman dan nyaman.”
Adit menatap sketsa itu dan tersenyum kecil. “Kamu serius soal kelinci ini, ya? Oke, aku bisa bantu desain kandangnya. Tapi apa orang tuamu setuju?”
Mira mengangguk yakin. “Mereka pasti setuju. Lagipula, kita punya cukup ruang di pekarangan rumah perlindungan.”
---
Avandi dan Kecurigaannya
Diskusi mereka terhenti ketika suara pintu depan terdengar. Avandi, kakak Adit, baru saja pulang dari proyeknya. Pria berusia 24 tahun itu tampak profesional dengan kemeja rapi dan tas kerja di tangannya.
“Mira?” tanyanya, sedikit terkejut melihat gadis itu di ruang kerja adiknya. “Sedang apa di sini?”
Mira dengan cepat menjelaskan bahwa ia sedang berdiskusi soal campervan dan kandang kelinci. Avandi hanya mengangguk, tetapi tatapannya penuh rasa ingin tahu. Setelah Mira pulang, ia memutuskan untuk berbicara lebih serius dengan Adit.
“Adit, kamu akhir-akhir ini sering sibuk dengan proyek-proyek aneh. Campervan? Kandang kelinci? Ada apa sebenarnya?”
Adit terdiam sejenak, lalu akhirnya berkata, “Mas, ini lebih besar dari sekadar campervan atau kandang kelinci. Aku bantu Mira dan keluarganya mempersiapkan rumah perlindungan.”
“Rumah perlindungan? Untuk apa?”
Adit menceritakan tentang visi keluarga Mira, persiapan mereka menghadapi wabah zombie, dan lokasi rumah perlindungan yang hanya berjarak beberapa kilometer dari kompleks perumahan mereka. Awalnya, Avandi tertawa kecil, menganggapnya tidak masuk akal.
“Kamu serius? Zombie?” tanyanya dengan nada skeptis.
“Mas, keluarga Mira punya penglihatan tentang masa depan,” jawab Adit dengan tenang. “Aku tahu ini sulit dipercaya, tapi mereka sudah membangun pagar tinggi, sistem keamanan, dan semua hal yang dibutuhkan untuk bertahan. Dan aku percaya mereka.”
---
Avandi Mulai Memahami
Malam itu, Avandi tidak bisa tidur. Penjelasan Adit terus terngiang-ngiang di pikirannya. Sebagai seorang arsitek, ia memahami betapa detailnya persiapan yang dijelaskan Adit. Dan sebagai kakak, ia merasa perlu memastikan bahwa Adit tidak terlibat dalam sesuatu yang membahayakan.
Keesokan harinya, Avandi mendekati Adit. “Kalau memang mereka serius mempersiapkan rumah perlindungan itu, aku ingin melihatnya sendiri. Aku harus memastikan kamu tidak terlibat dalam sesuatu yang berisiko.”
Adit setuju dan berjanji akan mengatur pertemuan antara Avandi dan keluarga Mira.
---
Rahasia yang Mulai Terbuka
Mira, di sisi lain, merasa senang karena Adit mendukung idenya tentang kelinci. Namun, ia mulai menyadari bahwa keterlibatan Avandi bisa membawa tantangan baru. Rumah perlindungan yang selama ini menjadi rahasia keluarga Mira kini perlahan terungkap kepada orang lain.
Summary:
Mira bikes to Adit’s house, just a few blocks away in their peaceful housing complex. As she arrives, Adit welcomes her warmly into his minimalist home, designed by his older brother, Avandi, a successful architect. Mira carries sketches and notes for their ongoing campervan project, a crucial part of her family’s survival plan.
In Adit’s workspace, filled with electronic tools, they discuss campervan upgrades, such as improved solar panel angles and additional water storage. Mira then shifts the topic to her idea of bringing rabbits to the shelter for her younger siblings’ comfort. Adit agrees to help design a secure rabbit hutch, though he wonders if Mira’s parents will approve.
Their conversation is interrupted when Avandi arrives home. Surprised to see Mira, he listens to her explanation but later questions Adit about his recent "unusual" projects. Adit reveals the family’s vision of a zombie apocalypse and their preparations, including building a fortified shelter nearby. Initially skeptical, Avandi struggles to believe it.
That night, Avandi reflects on Adit’s account and, as an architect, is intrigued by the detailed planning. Concerned for Adit’s safety, he decides to visit the shelter himself. Adit agrees to arrange a meeting with Mira’s family.
Meanwhile, Mira is excited about her rabbit project but realizes Avandi’s involvement could expose her family’s carefully guarded secret. The shelter’s existence, once hidden, is now gradually coming to light.
.webp)
Komentar
Posting Komentar